Senin, 25 Maret 2019

INTERPRETASI BUNGA



Taman ini sengaja untuk bunga,
biar bisa bercengkrama. Pagi ini
terlihat mekar menghias harum langkah sunyi.
Tanpa air mata, tanpa denyut nadi.

Sintesa kecil coba merenung, wajah-wajah sayu,

letih tanpa arti. Hanya interpretasi saat ini. keraguan atas hidup,
atas pijak terhenti. Akankah semu semakin berpijar
bila seharum tak berharap datang.

Seperti telah hilangkan warna kelopak
ketika ranting terlelah menyangga, gugur layu
di taman sekian kali kita berbagi.

Seindah memori kini berujar
telah mati cerita taman. Coba renungkan
harum masa lalu di taman ini sendiri.

Sidoarjo, 30 September 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curhatan Warga Desa

Ironi: Galengan* ROSID WURYANTO · SABTU, 12 OKTOBER 2019 ·1 MENIT   ..., “ Ki Lurah, cukup satu saja permintaan kami, embung !!! Janga...