Sabtu, 09 Mei 2020


Efektif Tidaknya Buku Lembar Kerja Siswa
di Sekolah

Buku lembar kerja siswa atau LKS merupakan sarana guru untuk mengajar siswa di sekolah. Buku ini berisi materi ringkas dan soal-soal latihan untuk menguji kemampuan belajar siswa. Buku ini memiliki dampak positif bagi guru untuk mengajar.  Terutama bagi guru-guru yang memiliki jam mengajar penuh di sekolah. Guru terbantu saat memberi latihan atau penugasan bagi siswa untuk penilaian harian atau tengah semester. Namun, di lain pihak buku LKS ini tidak efektif bagi guru, terutama pada tingkat kompetensi dan kemampuan guru dalam meramu soal-soal untuk menguji kemampuan siswa di sekolah.
Pihak pendidikan terkait juga menjelaskan tentang sisi efektif dan tidaknya penggunaan buku LKS siswa sekolah. Sisi efektif, penggunaan LKS di sekolah ini sangat membantu guru mengajar siswa di sekolah, terutama saat guru masih terbebani dengan sistem administrasi, misalnya menyusun metode pengajaran, menyusun RPP, menyusun latihan-latihan soal-soal latihan siswa. Di sisi ketidakefektifan, berkaitan dengan pembebanan iuran siswa. Tentu saja, pengadaan buku LKS juga memerlukan iuran dari siswa. Oleh karena itu, harus melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa. 
Tidak adanya buku LKS tentu saja ada hambatannya. Misalnya, untuk guru sendiri harus mencari formula yang tepat untuk mengajar dan menyusun latihan-latihan soal yang mungkin saja menyita waktu. Untuk anak sekolah, ketidakadanya buku LKS menyebabkan siswa hanya mengandalkan soal-soal latihan yang dibuat guru tanpa ada latihan dari sumber lain.
Adanya hambatan tersebut tentu saja guru harus memiliki cara atau metode untuk belajar. Guru harus menyusun soal latihan berdasarkan materi yang diberikan. Terkait dengan waktu, guru bisa menyiasati dengan membuat soal latihan di waktu luang atau di luar jam-jam sibuk. Siswa dapat belajar buku-buku di perpustakaan dan internet sebagai refensinya. Siswa juga dapat membuat soal sendiri. Jika belum jelas bisa didiskusikan dengan teman dan guru. Tak ada masalah yang tidak bisa terpecahkan, selama kita mampu mencari alternatif untuk menyelesaikannya. 10/05/2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curhatan Warga Desa

Ironi: Galengan* ROSID WURYANTO · SABTU, 12 OKTOBER 2019 ·1 MENIT   ..., “ Ki Lurah, cukup satu saja permintaan kami, embung !!! Janga...