Jumat, 27 November 2020

 AKU SAYANG KITA

., Agustus 2002, ketika itu semua terlihat biasa saja, semua terdiam, hanya saling berpandangan, ada yang sungkan, ada yang ingin bertanya, walau hanya sekadar, mau tau nama saja, ....

..., Agustus beranjak sebulan kemudian, dari biasa menjadi setengah biasa, satu persatu mengenal, tidak hanya nama, namun semua yang ada pada diri mereka, ...

..., kemudian berlanjut, mereka membuat sebuah cerita, cerita yang berajut, terhubung, dan menjadi hal yang beranjak menjadi terbiasa, ...

..., berlanjut terus, mereka menjadi satu bagian, bagian yang tak pernah lepas, membuat watak, membuat duka & suka, dan membuat rencana, rencana yang berujung, bukan hanya teman, tapi saudara, ...

..., ketika waktu berlalu, mereka menjadi kita, dalam balutan toga yang pernah diperoleh, berlari satu persatu dalam penemuan2 yang diharapkan, ...

..., dan sekarang, satu persatu menemukan, sesuatu yang luar biasa, menjadi hati, menjadi sahabat, menjadi dunia, dan menjadi penyejuk, ....

..., dan sekarang pula, kita berdoa & kita bersyukur, karena tak ada kita, kita bukan apa2, tak ada kita, kita bukanlah dunia yang sempat menjadi saksi pertemuan itu, ...

..., kita bukan sekadar aku & kau, tapi kita adalah mereka yang selalu memiliki kita, ...

(catatan: Tentang itu ???)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curhatan Warga Desa

Ironi: Galengan* ROSID WURYANTO · SABTU, 12 OKTOBER 2019 ·1 MENIT   ..., “ Ki Lurah, cukup satu saja permintaan kami, embung !!! Janga...