Dia yang Terlambat Bersenandung *Permenungan REZO*
…………di
balik tirai halus yang tersikap kemarin, kini terlihat inovasi baru
yang tak sempat terlihat oleh orang yang dibanggakan. Namun, ia tegar
dan tetap bangkit, karena ia telah diridhoi untuk menemukan jalan itu,
lewat citra dan kharismatik yang diturunkan padanya.
Perlahan
satu persatu ia lontarkan dalam sebuah pencarian, dalam mimipi yang
dicitakan. namun, setiap pencarian tak selamanya mampu mendapat tapal
batas yang jelas dan tercermin. Itupun hanya sebuah pengungkapan mengetuk pintu saja.
Tapi ini bukan akhir.
Walaupun
hanya sejenak. Ia masih tetap berharap & berusaha, satu cerita akan
tergapai dalam tema yang terus tertulis untuk sampai tahap ending esok.
Semoga…………?
Fide in:
2007.
Tahun terakhir meninggalkan civitas akademika di Solo. Sebuah
perjuangan akhir studi yang tak sempat disaksikan oleh ayahanda, yang
mendahului sebelum moment ini terbukti.
Seiring
berlalu ia coba bercengkrama untuk mengartikan gelar yang
didapatkannya. Satu persatu ia promosikan apa yang dimiliki, mulai dari
tapal penerbitan sampai jurnalistik. sebuah jawaban kadang tidak
selamanya Ya! , ia hanya bisa mengetuk pintu saja, karena sebuah persaingan dan motivasi ekonomi yang tak mampu dipenuhi perusahaan.
Lebih dari setahun, ia mencoba lewatkan gelarnya dengan sebuah tapal didunia pemasaran, sebulan ia menekuni. Namun hati berkata Tidak!.
Ia mesti mundur perlahan, sebagai sebuah konsekuensi target yang tak
tercapai. Ia kembali menoreh pijakan lagi. Lewat teman, ia dapat
menemukan tapal penulisan, sebagai sseorang writer.
Ia
coba aktualisasikan dengan menulis. Perlahan-lahan, namun kadang
terjungkal ia selesaikan segala sesuatu yang menjadi tugasnya. Ia
sebenarnya bisa. Namun apa yang semestinya diharapkan, tak dapat
tergapai lagi untuk menjaga tapal itu terlepas. Lagi-lagi ia harus
pergi.
Lambat
laun ia habiskan ditempat yang tersembunyi. Tempat dimana, ia sendiri,
dalam kesepian ia coba menulis beberapa hal, tentang cerita, tentang
keindahan puitis, tentang syair, tentang skenario, tentang bait-bait
alenia dalam rangkaian karya.
Juni 2008. Sebuah jawaban lain yang menghantarkan ia untuk berpetualang lintas bidang (kuliner) sampai hari ini diranah Tambun Bungai.
Ia hanya berharap petualangan ini akan menumbuhkan aktualisasi dari
setiap yang diharapkan. Memang terlambat, tapi semoga senandung itu akan
selalu mengalun dalam perjalanan kemudian. Restuillah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar