#1
Profesional VS anti Profesional
Di sebuah hutan, seorang mandor sedang mengintrograsi pegawainya yang
sering meninggalkan alat gergaji mesin dalam keadaan hidup, tanpa
mematikannya.
Mandor: “Sudah berulang kali, kamu seringkali teledor meninggalkan
gergaji mesin dalam keadaan hidup, bisa gak kerja yang professional?”
Pegawai: “Saya sudah professional pak, solidaritas pun sudah saya tunjukkan, apalagi?”
Mandor: “Tapi meninggalkan gergaji mesin masih hidup, apakah itu tindakan professional!”
Pegawai: “Saya punya alasan untuk itu, Pak.
Yang pertama, gergaji saya tinggalkan, karena menolong teman yang kejatuhan pohon yang habis saya tebang.
Yang kedua, saya tinggalkan, karena menolong anak Gorilla yang juga tertimpa.
Yang ketiga, saya tinggalkan, karena saya sendiri juga ikut tertimpa, Pak!
Mandor: “Banyak alasan, ini sudah ketiga kalinya, saya gak mau tahu alasan untuk keempat kalinya, Paham!”
Pegawai: “Paham pak, tapi untuk alasan keempat, saya kurang tau apakah Bapak nanti akan tetap menanyakan alasannya?
Mandor: “Kok bisa !!”
Pegawai: “Bisa saja pak, kemungkinan bapak yang tertimpa juga & saya tidak melihat bapak waktu itu …”
Mandor: “ ?????
#2
Tragedi Pink
Sepasang muda mudi diketahui sedang ada masalah, hanya karena sepatu baru yang dibeli, warnanya tidak disukai pasangannya.
Cewek: “tahu gak sih, beli sepatu ini dengan uangku sendiri, gak pernah
to aku minta ama kamu, lagian warna ini juga pas untuk cewek”
Cowok: “aku tahu, klo pun kamu mau, akan aku belikan apa pun, asal jangan warna itu, aku paling gak suka”
Cewek: “lha kenapa, bukan kah warna ini sangat indah jika aku pakai, coba lihat, pantas kan!”
Cowok: “nggak klo mesti warna itu yang kamu pakai”
Cewek: “bukankah kemarin, kamu pernah bilang, kalau kamu akan tetap mendukung, apa pun yang ada dalam diriku, tapi kenapa?”
Cowok: “Iya iya aku tahu, tapi aku tetap gak setuju, kalau tetap itu”
Cewek: “ada alasannya, mengapa gak suka dengan warna itu?”
Cowok: “Ada.
Yang pertama, dulu aku pakai itu, malah yang nggodain bukannya cewek, tapi cobrey
Yang kedua, jika aku pakai itu, aku gak tega kalau kamu kalah cantik denganku.
Yang ketiga, jika pakai itu, aku mungkin tak bersamamu saat ini, ngerti”
Cewek: “ya ya. Itu to alesannya, berarti ada kesempatan untuk alasan
keempat buat kamu, Plakkk ! (sambil menampar pakai sepatunya)
Cowok: loh !!!
Cewek; “Genap keempat, jika kau berani meninggalkanku, warna ini jua yang menjadi alesannya toh”
Cowok: “ Nggih !!!”
#3
SEJENAK RIBET
Sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan, terlibat masalah di toko emas.
Cewek: “aku maunya yang sederhana saja mas, gak perlu mahal, lagian aku tahu kamu kok!”
Cowok: “Gak, yang penting kamu bahagia & senang”
Cewek: “yang biasa saja mas, lagian tidak hanya ini saja yang
dipersiapkan, mas juga mesti merencanakan untuk nanti pas nikahan kita”
Cowok: “Tenang saja, semua sudah aku persiapkan segalanya, untuk nanti”
Cewek: “Tapi ??”
Cowok: “ Udah gak pa2, lagian semua sudah pada ngerti”
Cewek: “Ngerti gimana mas?”
Cowok: “Sudah seharusnya mas banyak masalah, dibandingkan kamu, karena memang sudah sewajarnya.”
Cewek: “Kok bisa mas”
Cowok: “bisa, karena masalah memang Mas-alah untukku”
#4
Solusi Lebay
Seorang peziarah bertanya kpd petugas makam tentang keadaan komplek makam yang sudah penuh dengan nisan.
Peziarah: “Pak, kondisi makam ini kelihatanya sudah penuh, lalu
bagaimana jika nanti ada orang yang meninggal, & minta dimakamkan
sini”
Petugas makam: "Begini pak, tidak ada kemungkinan tuk memugar nisan
lain, tapi nanti rencananya pagar makam ini mau ditinggikan dan dikunci”
Peziarah: “lho kok bisa pak, lalu hubungannya apa peninggian pagar sama nisan yang penuh?”
Petugas makam: “rencananya nnti klo pagar sudah jadi, di dalamnya
dikasih bberapa singa, jadi klo ada yang meninggal tinggal ditaruh situ”
Peziarah: “ah … mbuh!!!”
# 5
Telat .... di Bantu Ya
…
di sela-sela kebingungan, karena kapal diketahui bocor, seorang kapten
meminta personelnya untuk menginformasikan agar seluruh penumpang segera
memakai baju pelampung & meminta seluruh penumpang untuk segera
turun ke laut. Namun ketika giliran terakhir sang kapten melompat,
tiba-tiba ia melihat satu orang yang terlihat adem ayem & nyantai
tanpa baju pelampung. Segera saja kapten bertanya:
Kapten: “tidak usah takut, nanti bantuan segera datang dan menyelamatkan kita”
Penumpang: “gak pak, duluan ja”
Kapten: gak apa2, laut sini aman, gak ada ikan hiu atau paus, paling cuma ubur2 klo gak apes kena kita (sambil menyakinkan)
Penumpang: “saya belakangan saja pak, silahkan saja bapak lompat”
Kapten: “ngeyel, ya sudah saya duluan, tapi jangan menyalahkan nanti”
Selanjutnya kapten segera saja melompat, namun tiba-tiba penumpang menyeru kepadanya.
“Pak !!! itu daratan ….
Alhasil dapat dipastikan brakkk, karena ketika beragumen dengan penumpang. Kapal sudah ditarik kapal bantuan.
#6
Training Listrik
Petugas PLN terlibat percakapan tentang kinerja siswa magang di instansinya.
Petugas 1: dari ketiga siswa yang magang di tempat kita, sangat berbeda karakteristik satu dengan yang lainnya
Petugas 2: Ya jelas. Anaknya juga berbeda, wajar to?
Petugas 1: Bukan karena itu, tapi masalah kerja mereka!
Petugas 2: Tapi kelihatannya, mereka tekun dan disiplin, lalu apa bedanya?
Petugas 1: Ya kelihatannya, tapi
Yang anak pertama: bagus, kreatif, dan gak sungkan belajar dan tanya2 kalau ada masalah di lapangan.
Yang anak kedua: Supel, disiplin, humoris, namun membuat kesel klo nanya
yang nggak2, seperti kesetrum rasanya gimana, klo pas di atas hayub2en
ngatasinya gmana, hadewhh
Yang anak ketiga: salut untuk yang ketiga ini, berani dan siap, hanya saja terlalu pendiam anaknya
Petugas 2: kok bisa salut ma yang ketiga, yang pertama dan kedua kayakna lebih orientasi kerjanya
Petugas 1: Ya sih. Buktinya, waktu di lapangan, saat aku tinggal ambil
kabel, anak ini tetap tenang di atas, gak nanya rasane kesetrum, gak
nanya hayub2en, terlebih lagi saat aku nyampai di tempat, anak ini tetap
diam saja. Bagus to ???
Petugas 2: padu wae yo !!
#7
KISAH PEMBURU (sebuah pilihan)
Dalam keadaan terpojok seorang pemburu sempat berujar lewat Hp pada istrinya.
Pemburu: "Dik, mungkin ini terakhir kalinya aku bersay hallow denganmu"
Istri: Apa!!!, apakah kurang cukup aku menemanimu selama ini (nada keras)
Pemburu: “Bukan begitu, Dik. Aku benar-benar sudah tidak bisa (berusaha menyembunyikan)
Istri: “Mulai macam-macam sekarang, ingat Pak, janji kita dulu pas pernikahan to! Sehidup s...emati!”
Pemburu: “Iya Dik, tapi aku mesti gimana lagi, sudah tidak bisa denganmu”
Istri: “ Ok, kalau maumu begitu, Pak. Tapi tolong, aku ingin tahu, siapa dia yang telah membuat Bapak berubah sekarang?”
Pemburu: “aku bingung Dik, ada tiga soalnya!”
Istri: Hah …, sebanyak itu, benar2 tega kamu Pak!
Pemburu: “Lha terus gimana, Dik. Mereka minta semuanya, aku tidak bisa berbuat apa2 sekarang”
Yang pertama: gemuk, rambutnya panjang, giginya bagus, kukunya juga panjang”
Yang kedua: agak gemuk, rambutnya pendek, giginya gingsul, dan senyumnya mencurigakan”
Yang ketiga: agak kurus, rambutnya agak pendek, giginya ompong, dan menggoda”
Istri: “aku sebenarnya tidak rela Pak, tapi terserah Bapak, jika memang
sudah tidak bisa dipertahankan lagi & jalan untuk kita berdua”
Pemburu: “Ya Dik. Tapi tolong, setelah ini. Jika berkunjung ke kebun
binatang, jangan pernah mengenangku lagi ya, agar kamu gak sedih lagi.”
Istri: “ lhoh … lha memang kenapa Pak?”
Pemburu: “karena aku telah membuat gendut perut singa itu”
Istinya: “Hah …, Bapak serong dengan singa, keterlaluan benar!!!
Pemburu: “Bukan Dik, aku dimakan ….
Istri: ?????