Jumat, 27 November 2020

 AKU SAYANG KITA

., Agustus 2002, ketika itu semua terlihat biasa saja, semua terdiam, hanya saling berpandangan, ada yang sungkan, ada yang ingin bertanya, walau hanya sekadar, mau tau nama saja, ....

..., Agustus beranjak sebulan kemudian, dari biasa menjadi setengah biasa, satu persatu mengenal, tidak hanya nama, namun semua yang ada pada diri mereka, ...

..., kemudian berlanjut, mereka membuat sebuah cerita, cerita yang berajut, terhubung, dan menjadi hal yang beranjak menjadi terbiasa, ...

..., berlanjut terus, mereka menjadi satu bagian, bagian yang tak pernah lepas, membuat watak, membuat duka & suka, dan membuat rencana, rencana yang berujung, bukan hanya teman, tapi saudara, ...

..., ketika waktu berlalu, mereka menjadi kita, dalam balutan toga yang pernah diperoleh, berlari satu persatu dalam penemuan2 yang diharapkan, ...

..., dan sekarang, satu persatu menemukan, sesuatu yang luar biasa, menjadi hati, menjadi sahabat, menjadi dunia, dan menjadi penyejuk, ....

..., dan sekarang pula, kita berdoa & kita bersyukur, karena tak ada kita, kita bukan apa2, tak ada kita, kita bukanlah dunia yang sempat menjadi saksi pertemuan itu, ...

..., kita bukan sekadar aku & kau, tapi kita adalah mereka yang selalu memiliki kita, ...

(catatan: Tentang itu ???)



Senin, 11 Mei 2020

JANNETA DAN PER-4-AN JALAN CIU

Kira-kira waktu itu asap membumbung pekat. Itu terlihat ketika terang matahari memudar hitam di atas langit saat Janto mengayuh sepeda menuju rumahnya. Pulang. Setelah ia menguras otaknya di akhir ujian Ebtanas sekolah tingkat pertama, 12 140598. Ia mengayuh pelan melintasi beberapa aparat di sepanjang jalan. Satu orang aparat bersenjata brem, kala itu, menghalau Janto dan meminta berhati-hati saat melintas jalan itu.

..., Janto melewati jalan kampung menikmati hamparan sawah. Ia terpaksa tidak melewati jalan biasanya. Karena persis saat itu, santer terdengar, ada toko bangunan terkenal dekat pasar itu terbakar atau isunya dibakar massa. Janto pun menurut, toh jalan itu juga lebih cepat sampai di rumah, ...

..., Janto hidupkan TV hitam putihnya, sekilas tampak sejumlah bangunan terbakar dan lautan massa dalam tampilan berita yang dilihatnya.Menjelang asar, listrik kembali padam dan Janto bolak-balik mencabut kabel Tvnya.

..., Magrib listrik belum menyala. Sayup-sayup terdengar suara mesin diesel di tempat hajatan kampung. Janto beranjak. Ia bertiga mengayuh sepeda menuju Jalan Ciu. Janto ingin kembali melihat aparat yang berjaga dan melintas gagah di atas truk patroli. Seperti impian Janto yang diidamkannya setelah lulus sekolah ingin menjadi tentara.

..., Perempatan itu, suasana malam. Hanya hilir mudik truk-truk patroli yang terlihat. Banyak aparat sedang berjaga-jaga. Karena santer terdengar kabar, isu menyebar bahwa akan ada pembakaran pabrik konveksi terbesar itu. Dan ternyata hanya embusan isu yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, ....

..., Tiarap. Seakan dikomando. Janto dan beberapa orang tiarap. Tepat di tengah perempatan itu. Tanpa diketahui dari mana asalnya, tiba-tiba sejumlah aparat meminta kerumunan massa di jalan-jalan sekitar perempatan agar segera membubarkan diri.

..., “Janto, ayo mulih. Wis bengi (Janto, ayo pulang. Sudah malam), kata oNe, iwan temanku.

Sesuk mrene meneh nonton kahanane kaya apa neh (besuk ke sini lagi melihat suasananya seperti apa),” sambung MarTa kembali.

..., “Yo wis, sesuk goncengan wae (Ya sudah. Besuk berboncengan saja), timpal Janto.
Mereka bertiga menuju rumahnya.

Dan pagi sayup-sayup terdengar celoteh tetangga sebelah.
..., “Deretan toko sudah banyak yang terbakar di sekitar perempatan & banyak kumpulan massa di sekitar itu ...”

Pelan-pelan. Janto terjaga dari tidurnya. Tampak slide akhir film dokumenter 98 di laptopnya masih menyala. Ia kembali menontonnya mulai dari awal.

Eksperimental Sinopsis : Janneta dan Per-4-tan Jalan Ciu, Ngls. 19              




Sabtu, 09 Mei 2020


Efektif Tidaknya Buku Lembar Kerja Siswa
di Sekolah

Buku lembar kerja siswa atau LKS merupakan sarana guru untuk mengajar siswa di sekolah. Buku ini berisi materi ringkas dan soal-soal latihan untuk menguji kemampuan belajar siswa. Buku ini memiliki dampak positif bagi guru untuk mengajar.  Terutama bagi guru-guru yang memiliki jam mengajar penuh di sekolah. Guru terbantu saat memberi latihan atau penugasan bagi siswa untuk penilaian harian atau tengah semester. Namun, di lain pihak buku LKS ini tidak efektif bagi guru, terutama pada tingkat kompetensi dan kemampuan guru dalam meramu soal-soal untuk menguji kemampuan siswa di sekolah.
Pihak pendidikan terkait juga menjelaskan tentang sisi efektif dan tidaknya penggunaan buku LKS siswa sekolah. Sisi efektif, penggunaan LKS di sekolah ini sangat membantu guru mengajar siswa di sekolah, terutama saat guru masih terbebani dengan sistem administrasi, misalnya menyusun metode pengajaran, menyusun RPP, menyusun latihan-latihan soal-soal latihan siswa. Di sisi ketidakefektifan, berkaitan dengan pembebanan iuran siswa. Tentu saja, pengadaan buku LKS juga memerlukan iuran dari siswa. Oleh karena itu, harus melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa. 
Tidak adanya buku LKS tentu saja ada hambatannya. Misalnya, untuk guru sendiri harus mencari formula yang tepat untuk mengajar dan menyusun latihan-latihan soal yang mungkin saja menyita waktu. Untuk anak sekolah, ketidakadanya buku LKS menyebabkan siswa hanya mengandalkan soal-soal latihan yang dibuat guru tanpa ada latihan dari sumber lain.
Adanya hambatan tersebut tentu saja guru harus memiliki cara atau metode untuk belajar. Guru harus menyusun soal latihan berdasarkan materi yang diberikan. Terkait dengan waktu, guru bisa menyiasati dengan membuat soal latihan di waktu luang atau di luar jam-jam sibuk. Siswa dapat belajar buku-buku di perpustakaan dan internet sebagai refensinya. Siswa juga dapat membuat soal sendiri. Jika belum jelas bisa didiskusikan dengan teman dan guru. Tak ada masalah yang tidak bisa terpecahkan, selama kita mampu mencari alternatif untuk menyelesaikannya. 10/05/2020

Curhatan Warga Desa

Ironi: Galengan* ROSID WURYANTO · SABTU, 12 OKTOBER 2019 ·1 MENIT   ..., “ Ki Lurah, cukup satu saja permintaan kami, embung !!! Janga...