Ironi: Galengan*
ROSID WURYANTO·SABTU, 12 OKTOBER 2019·1 MENIT
..., “ Ki Lurah, cukup satu saja
permintaan kami, embung !!! Jangan biarkan kami terlalu menganggur. Lahan kami
sudah kering. Ulu-ulu sudah sangat sewot, jatah air sudah tak terbagi. Anak2
kami sudah tidak bisa lagi langen (berenang) dengan gedebog
pisang, pinta Karso, sambil update status di gubug sawahnya.
..., Tunggulah, bentar lagi hujan,” tertulis di bilik komentar Karso.
Karso menghela napas sambil ngomyang, “Seperti biasa!”
Samar2 terdengar di telinga Karso,
“Mbiyen aku sing betah, suwe2 wegah ...” (Kartonyono, Denny Caknan)
(eksperimental sinopsis Cerpen )
*Pematang
Ironi: Galengan Teles*
ROSID WURYANTO·JUMAT, 08 NOVEMBER 2019·1 MENIT
..., “Nyi Lurah, banyak pemuda pinter di
wilayah Nyi Lurah yang harus tinggalkan kampung demi mengabdi & sudah
menorehkan prestasi di daerah lain. Sepertinya ini perlu diperhatikan Nyi.
Kalau dibiarkan terus, wilayah kita akan terus terbelakang dan lampau karena
dihuni orang2 dulu, tanpa inovasi & improvisasi.”
Update status Karso ditumpukan damen
sawahnya.
Tertulis komentar: “Semua sudah
ditentukan di atasku. Kami manut, hanya menerima & juga melantik saja.”
“Seperti menjadi kebiasaan berulang2”
sahut Karso sambil menyalakan korek api untuk membakar damen.
Sayup2 terdengar lagu:
Tambarno karo tak nggo latihan
Sok nek wes oleh gantimu
Wes ra kajok aku
Mergo wes tau
Wes tau jeru (Kartonyono, Medot Janji)
Eksperimental Sinopsis cerpen
* Pematang basah (sebuah filosofi)
Ironi : Mugar Galengan*
ROSID WURYANTO·JUMAT, 06 DESEMBER 2019·1 MENIT
..., Sudah banyak yang uzur, Ki Lurah.
Sudah banyak yang melampaui usia pensiun. Tetap saja Ki Lurah beri
perpanjangan. Banyak milenial cerdas di wilayah Ki Lurah menunggu kesempatan
untuk mengubahnya. Apakah Ki Lurah tidak ingat. Wilayah sebelah sudah ada
penyegelan karena hadir sosok yang belum warga kenal, ... “
Tulis tweet Karso di Twitternya tanpa
berharap menunggu balasan. Setelah tahu Ki Lurah tidak punya akun ini.
Sayup terdengar lirik:
..., Opo kudu pasrah kahanane
Kudu nerimo karo putusane
Saktenane ati iki ora lila
Yen nyawang sliramu
Nyanding wong liya (Denny Caknan “tanpa tresna”)
Eksperimental Sinopsis cerpen:
*Perbaikan Pematang (sebuah filosofi)
Sumber: https://www.facebook.com/rosid.wuryanto/notes_drafts